Sabtu, 30 April 2011

Museum Pos Indonesia

 Museum Pos Indonesia

 Museum Pos Indonesia terletak di Jalan Cilaki Nomor 73, Kota Bandung. Lokasinya berada di sayap timur Gedung Sate, pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Museum yang sudah ada sejak 1931 ini resmi dibuka untuk umum pada 27 September 1983. Museum ini terdiri dari tiga ruang pameran. Ruangan pertama ialah ruangan sejarah yang menampilkan benda-benda bersejarah terkait dengan perkembangan pos Indonesia dari sebelum kemerdekaan hingga sekarang

 Bagian dalam museum

Ruangan berikutnya adalah ruang filateli yang menyajikan benda-benda pos, antara lain sampul surat, prangko,dan benda-benda lain yang terkait dengan filateli. Terakhir ialah ruang yang menampilkan peralatan pos dari masa ke masa.
Di museum ini terdapat koleksi prangko dari 178 negara. Sebagian besar dipajang pada papan-papan kayu yang dilindungi kaca. Hingga Maret 2008, tercatat 114.984 prangko. Sebanyak 8.644 prangko di antaranya merupakan terbitan dalam negeri.
Prangko-prangko yang dikoleksi museum ini sudah sangat lama dan langka. Tak mengherankan, koleksi prangko di museum ini bernilai tinggi dan jika dijual harganya basa sampai miliaran rupiah.
Koleksi prangko pertama Indonesia juga disimpan di museum ini. Prangko berwarna merah anggur dengan gambar Raja Willem III dalam bingkai persegi itu diterbitkan Pemerintah Hindia Belanda pada 1 April 1864 dengan harga nominal 10 sen.
Di bagian kiri prangko pertama itu terdapat tulisan “Nederi” dan di bagian kanan tertulis “Indie”. Perangko yang dirancang JW Kaiser dari Amsterdam ini tidak berperforasi (tanpa gigi) dan dicetak sebanyak 2 juta lembar. Tahun 1997, jumlah pengunjung museum ini sebanyak 18.021 orang. Hampir separuhnya ialah siswa SD, sedangkan warga asing sebanyak 133 orang.

Sumber : Kompas Jawa Barat
Kritik dan saran hubungi : djawa.barat@gmail.com 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar